Posts

Showing posts with the label History

Kasus Pembunuhan Sadis di Tahun 2018

Kasus pembunuhan manusia merupakan kejahatan yang tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, rentetan kasus pembunuhan terus saja terjadi dengan berbagai motif. Berikut rentetan kasus pembunuhan yang terjadi di Indonesia pada tahun 2018 yang dilansir dari berbagai sumber: 1. Kasus Pembunuhan Siswi SMK oleh mantan pacarnya Pada Awal tahun 2018 mungkin dijadikan tahun yang kelam bagi keluarga besar Phang Bie Fung. Pasalnya baru beberapa jam memasuki tahun baru, anak gadisnya bernama Lie Chu alias Vela (17) tewas dibunuh mantan pacarnya, Bun Tjoi alias Choi (28). Siswi SMKN 6 Pontianak itu dibunuh di rumahnya sendiri, di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Senin (1/1/2018) sekira pukul 01.30 Wib. Choi membunuh Vela dengan menjerat lehernya menggunakan tali tas. Setelah membunuh mantan pacarnya, Choi berniat untuk bunuh diri. Namun, tali yang ia gunakan terputus. Gagal melakukan aksi bunuh d...

Pidato Sukarno : Tentang Imajinasi dan Fantasi Besar

Inilah pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956 yang spektakuler itu. Di pidato penting ini Bung Karno menekankan bagaimana cara, supaya Indonesia menjadi bangsa yang berpikir besar, punya impian-impian dan fantasi besar, tidak kalah dari Amerika. Wajarlah bila Bung Karno begitu dikagumi oleh bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia.

Pidato Bung Karno di PP mengutip Al Qur'an

Pada tanggal 30 September 1960, Bung Karno berpidato di Sidang Umum PBB ke XV, New York, AS. Di depan Majelis Umum (General Assembly) PBB, beliau melontarkan tema "To Build the World A new" (Membangun Tatanan Dunia Baru) yang membuatnya menjadi sangat terkenal, karena setelah pidatonya tersebut, ia dinobatkan sebagai Pahlawan Islam Asia-Afrika. Penobatan itu dilakukan pada pertemuan para pemimpin negara-negara Asia Afrika di Kairo Mesir, yang kemudian melahirkan Gerakan Non Blok, tahun 1961. Begitu fenomenalnya sosok Bung Karno, sehingga ia menjadi mercu suar, bukan saja bagi bangsanya, tetapi bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika. Yang membuat saya lebih takjub lagi dalam pidato Bung Karno, ternyata beliau satu-satunya pemimpin negara yang mengutip Q.S. al-Hujuraat 49:13, luar biasa... Padahal sebelumnya sempat pula berpidato pemimpin-pemimpin negara Islam termasuk Saudi Arabia tidak ada yang mengutip ayat suci al-Qur'an dalam pidato-pidatonya. Berikut cu...

Pidato Bung Karno "Ganyang Malaysia"

Berikut pidato ganyang Malaysia yang diserukan Bung Karno kala itu., "Kalau kita lapar itu biasa Kalau kita malu itu juga biasa Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar! Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya. Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat. Yoo...ayoo... kita... Ganjang... Ganjang... Malaysia Ganjang... Malaysia Bulatkan tekad Semangat kita badja Peluru kita banjak Njawa kita banjak Bila perlu satoe-satoe!"

PIDATO PRESIDEN SUKARNO NAWAKSARA

Di depan Sidang Umum ke-IV MPRS pada tanggal 22 Juni 1966 Saudara-saudara sekalian, I. RETROSPEKSI Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah, maka pagi ini saya berada di muka Sidang Umum MPRS yang ke-lV. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No.I/1960 yang memberikan kepada diri saya, Bung Karno, gelar Pemimpin Besar Revolusi dan kekuasaan penuh untuk melaksanakan Ketetapan-ketetapan tersebut, maka dalam Amanat saya hari ini saya ingin mengulangi lebih dulu apa yang pernah saya kemukakan dalam Amanat saya di muka Sidang Umum ke-ll MPRS pada tanggal 15 Mei 1963, berjudul "Ambeg Parama-Arta" tentang hal ini: