Posts

Showing posts with the label documentary ahok

KASUS AHOK DAN PERBEDAAN PENDAPAT PARA ULAMA

Ulama adalah seseorang yang ahli dalam hal Agama atau dalam pengetahuan tentang agama Islam.demikian juga dengan Kyai, dan juga anak ulama dan kyai besar, (anak kyai atau ulama besar biasa di sebut dengan label sebutan Gus.) kita melihat di indonesia ini banyak sekali Gus-Gus yang menjadi terkenal dan sangat erat hubunganya dengan pejabat tingkat RT hingga presiden. kita tidak meragukan kualitas Gus Dur (mendiang Presiden RI Kyai Haji Abdurahman Wahid.) beliau memiliki kharisma yang luar biasa dalam mengayomi masyarakat umum, mengapa saya sebut masyarakat umum, karena Alm Gus Dur walaupun tokoh NU namun pendapatnya di terima oleh kalangan organisasi keagamaan lainya. Saat ini kita kekurangan sosok yang bisa di jadikan panutan "kesesungguhan" sebagai ulama atau kyai besar.saya menyebut karena selalu terjadi persaingan yang tinggi di tingkat ulama tersebut, maka menjadi sulit menemukan ulama yang kredibel.semua ingin menjadi besar tanpa melewati proses alamiah atau proses pen...

DARI SYIRIAH SAMPAI AHOK

Oleh : A. Asyraf PS Bagi yang awam politik dalam percaturan ideologi dunia, mungkin ada sebagian dari kita yang bingung, Ahok itu sebenarnya menganut ideologi apa sih ? Kadang dibilang pro taipan kapital yang ujungnya disimpulkan sebagai pengemban ide kapitalisme. Tesis ini sepertinya cocok mengingat Ahok sangat galak kepada warga miskin, yang dibuktikan dengan kekejamannya menggusur rakyat Jakarta, sebagaimana ciri khas penganut ideologi kapitalisme. Disisi lain, Ahok dicitrakan sebagai anak emas Jokowi yang kini banyak disorot karena dianggap membuka kran selebar-lebarnya masuknya imigran China komunis bertameng pekerja. Disinyalir, bandul ideologi pemerintah sekarang lebih diarahkan ke China dibandingkan kiblat sebelumnya yang ke Amerika. Sementara China sendiri masih banyak yang mengidentikkan dengan komunis. Analisis seperti ini dikuatkan dengan informasi yang berlimpah ruah yang beredar di media sosial mengenai fenomena bangkitnya PKI dan komunisme di Indonesia. Mulai ormas a...

Program Gubernur "Ahok" untuk Jakarta

Image
Merdeka.com -  Wakil Gubernur DKI  Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama (  Ahok  ) mengaku telah mencanangkan program-program apabila dia diangkat menjadi gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ( Jokowi ) dilantik menjadi Presiden ke-7 RI. Salah satunya program yang dicanangkan adalah sektor infrastruktur. "Dari segi infrastruktur kita akan bereskan jalan layang untuk bus. Untuk 6 tol dalam kota itu harus ada jalur busnya. Termasuk jalanan inspeksi sungai, inspeksi kereta, bawah layang, semua harus sudah beres dalam tiga tahun," ujar  Ahok  di Balai Kota, Jakarta, Kamis (24/7). Selain itu,  Ahok  menegaskan adanya program sistem poin Tunjangan Kerja Daerah untuk PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari sisi sumber daya manusia,  Ahok  diminta  Jokowi  untuk memersiapkan warga dalam menghadapi bonus demografi 2025. 

Sepak Terjang Ahok, Pengusaha yang dikecewakan

JAKARTA -- Keputusan Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok untuk mundur dari partai yang mengusungnya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta memunculkan kontroversial. Ahok mundur dari Partai Gerindra, karena ia merasa tidak sependapat dengan usulan pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD.  Usulan Pilkada tak langsung ini direkomendasikan oleh partai-partai dalam Koalisi Merah Putih. Dan kini, usulan tersebut tengah dalam pembahasan di DPR.   Kemunduran dirinya dari Gerindra menimbulkan kontroversial, terutama sejak Ketua DPP Partai Gerindra Muhammad Taufik memintanya mundur dari jabatannya sebagai wagub DKI Jakarta. Hal itu muncul karena keputusan Ahok untuk mundur dari partai. 

AHOK dari Belitung ke Jakarta

J AKARTA, KOMPAS.com  — "Suatu saat, anak saya ini akan jadi bupati," kata Indra Tjahaja Purnama, seorang pria keturunan Tionghoa di Desa Manggar, di pelosok Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Indra mengatakannya di hadapan sejumlah pejabat di daerah tersebut kira-kira 40 tahun lalu. Pada masa itu, cita-cita Indra tersebut seperti pungguk merindukan bulan. Sesuatu yang sulit dicapai pada masa itu karena dia merupakan warga negara minoritas. Ketika itu, putra Indra bernama Basuki baru berusia lima tahun. Bocah kecil yang akrab disapa Ahok itu kemudian menempuh pendidikan SMA dan perguruan tinggi di Jakarta. Setelah lulus kuliah, Ahok kembali ke Manggar untuk menjadi pebisnis.

Biografi Sang Gubernur Bajingan ( Si Ahok )

Ahok lahir dari pasangan pernikahan dini  Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw).  Ibunya adalah contoh terbaik untuk program ASI karena bayi Ahok mendapat  ASI eksklusif dari bunya.  Itu sebabnya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok sangat mendukung program pemberian ASI ekslusif kepada para bayi. Ia mengaku, kulkas di ruang kerjanya sering dititipi ASI oleh pegawai Pemprov yang sedang menyusui. ” Ibu saya nikah muda, lahir saya. Jadi saya minum ASI mama saya. Jadi saya nggak pernah minum susu bubuk,” papar Ahok tentang masa bayinya.

Dahulu Ahok hanya bercita-cita menjadi seorang Camat

Putra Bangka Belitung itu kini telah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarata. Basuki Tjahaja Purnama namanya. Lebih sohor disapa Ahok. Kariernya di dunia politik telah membawanya hingga ke Ibukota. Namun, perjalanan Ahok tidaklah mudah. Banyak rintangan yang dihadapai pria berkacamata itu. Karir politik itu bermula pada 2003, saat Ahok mulai berpikir terjun ke dunia politik dengan masuk ke Partai Indonesia Baru (PIB).   Sejak di PIB itu, dia tidak pernah menargetkan untuk menduduki jabatan tinggi di pemerintahan. Ahok hanya ingin menjadi camat di tempat kelahirannya, yaitu di Manggar, Belitung Timur.

Ahok Documentary (perjalanan seorang gubernur)

JAKARTA  - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah resmi keluar dari Partai Gerindra. Langkah ini diambil pria asal Bangka Belitung itu karena tidak setuju dengan garis politik partai yang menghendaki kepala daerah dipilih oleh DPRD. Manuver Ahok menerima banyak reaksi. Meski mbalelo terhadap kebijakan partai, sebagian kalangan menyebut aksinya sebagai langkah berani. Sementara, internal Partai Gerindra sendiri menjuluki Ahok sebagai kutu loncat dan tidak loyal kepada partai yang telah membesarkannya.